“Manis Untuk Gula”

ABHISEKA CARAKA NUSANTARA

Terkadang manusia hidup adalah menjalankan apa yang tidak pernah dia tahu akan arahnya, hanya mengikuti apa yang tergariskan dalam Dogma  Agama ataupun Dogma lainnya, seperti itu sebagian besar manusia dalam setiap langkahnya, kenapa ? karena merasa sudah cukup baginya dalam menikmati hidupnya. Sederhana Hidup Bekerja untuk makan, bertanggung jawab, dan bahagia dalam standar masing-masing, urusan mati – nanti karena tidak ada yang tahu kepastian akan kematian dan dunia setelah kematian kecuali tulisan yang tercantum dalam dogma mereka terkiaskan dalam setiap katanya, lahirlah manusia-mansia Oportunis. 

Tetapi ada pula, sebagaian yang selalu ingin tahu kenapa dia hidup untuk apa dia hidup dan bagaimana dia harus menjalani hidup, bagaimana dia sempurnakan hidupnya sehingga kelak dia mati sorga ganjarannya, malah bilamana hidup nanti menjadi manusia dengan derajat lebih sempurna dan berderajat. Akhirnya apa yang dilakukannya selelu mencari tanpa pernah ada rasa puas, membanggakann diri kadang lucunya mengaku goblok dengan tujuan lari dari kesalahan dan…

View original post 560 more words

Advertisements